Suatu Kata Tanpa Makna
Ada yang tertunduk sedih tatkala malam mulai merayap, dan ada yang terdiam bisu ketika pagi mulai merekah. Keheningan sering dihadapi dengan kemarahan, memecahkannya dan membenturkannya ke dinding peradaban yang ricuh. Keteduhan bahkan diselingi dengan keributan, membuangnya dan membakarnya dalam sampah kebodohan.
Apa arti hidup jika tanpa keheningan dan perenungan ? "Kita adalah peziarah". Peziarah diatas makam-makam kebodohan-kebodohan besar yang pernah dibuat umat Tuhan di muka bumi ini. Melintasinya dan membayangkannya. Tertawa diatasnya tanpa pernah tahu bahwa kitalah yang ditertawakannya. Dan makam-makam itu membuat kita terasa kerdil, bahwa kita pernah sedemikian kerdilnya sampai menganggap sebatang rumput adalah menara tertinggi di dunia ini.
Dan mengapa kita masih menatap makam itu ? Ada yang menangis, ada yang tertawa, ada yang ketakutan, ada yang bahagia, tapi apakah arti semua itu ? Sebuah tatapan tanpa arti sama seperti sebuah kebisuan tanpa arti. Dan terlebih sebuah kata tanpa arti.
September 4th, 2005 at 12:58 am
hades, namamu teramat uni. seolah aku terbawa pada mitologi yunani jika membayangkan adamu