Crash dan Kemenangan atas Intolerance

Crashposter1
Ada yang menarik dari pagelaran Academy Award 6 Maret yang lalu. Salah satunya adalah keberhasilan film Crash meraih Oscar untuk kategori Best Picture. Film yang disutradarai oleh Paul Haggis ini berhasil mengalahkan saingan terberatnya, film karya sutradara asal Taiwan Ang Lee, Brokeback Mountain. Kekalahan Brokeback Mountain, menurut jurnalis Washington Post, karena orang Amerika tidak suka koboi-koboinya homoseksual. Tapi mengapa Crah ?

Tema utama dari film Crash adalah kerusuhan rasial yang berlatar belakang kota Los Angeles, AS pasca peristiwa 9/11. Ceritanya sendiri adalah fiksi. Pemeran dalam film ini berlatar belakang etnis dan ras yang berbeda. Ada pemilik toko yang beretnis Persia, pasangan suami istri orang Korea, pembuat peralatan kunci asal Meksiko, seorang direktur televisi berkulit hitam dan istrinya, dll. Ceritanya adalah adanya kerusuhan rasial yang melanda kota Los Angeles yang menyebabkan  timbulnya huru-hara dan kerusakan dimana-mana. Pada akhirnya, kerusuhan itu tidak memandang lagi siapa yang menjadi sasarannya. Asalkan anda berbeda dari kami, maka anda adalah musuh.

Film ini menggambarkan bahwa rasisme, intolerance, dan diskriminasi sebenarnya masih ada dalam benak setiap orang. Lalu pertanyaan itu timbul sekali lagi, mengapa Crash ?

Crash5
Crash mengingatkan kita akan dunia ini yang seakan-akan sudah terbelah-belah dalam kutub antara "kami" dan "kamu". Kami adalah orang-orang yang sama dalam segala hal, kami adalah manusia unggul dan selalu benar, dan kami adalah baik. Sedangkan kamu adalah orang-orang yang berbeda, kamu adalah rendah, kamu adalah musuh dan setan, dan kamu adalah salah. Pengkutuban ini karena adalnya PERBEDAAN antara kami dan kamu. Perbedaan etnis, ras, agama, ideologi, golongan, dan lain-lain.

Secara hakikat manusia itu berbeda, bahkan diantara 2 anak kembarpun pasti banyak perbedaan. Tetapi perbedaan yang timbul karena hakikat manusia ini dijadikan sebagai sarana untuk menyakiti dan menyalahkan orang lain yang berbeda dengan kita. Contohnya saja, perbedaan timur dan barat dalam perspektif sosial. Orang Barat adalah orang dengan sifat-sifat dan ciri-ciri tertentu, begitupula dengan orang Timur. Lalu timbul prasangka bahwa orang lain lebih rendah dari kita, dan bahwa kita adalah segalanya.

Sejarah dunia dapat dijadikan referensi bagi pengkotakan kelas berdasarkan perbedaan yang justru menimbulkan pembantaian dan perang. Misalnya, pembantaian bangsa Yahudi pada jaman Nazi Hitler, pembantaian etnis Bosnia, perang di Rwanda, pembantaian bangsa Indian Aztec dan Inca, dan di Indonesia dengan pembantaian pendukung PKI tahun 1960-an. Apa alasan perang dan pembantaian itu ? PERBEDAAN. Perbedaan dilanggengkan dan diagungkan serta dijadikan alat ideologi untuk memerangi dan membunuh orang yang berbeda.

Lalu untuk apa perbedaan itu ada jika hanya dijadikan alat untuk membunuh ? Disinilah TOLERANSI berada. Perbedaan idealnya disikapi dengan toleransi dan bukan dengan pembunuhan. Toleransi sepertinya menjadi kata kunci ketika sikap-sikap intolerance menjadi landasan berpikir dewasa ini. Dan landasan berpikir yang mengutamakan perbedaan dan intoleransi sama saja dengan mengutamakan kepunahan manusia karena kebodohannya sendiri.

Crash9_1
Inilah yang membuat film Crash menjadi tema utama bagi Kemenangan atas Intoleransi dan Diskriminasi. Tema yang justru sepertinya menjadi cambuk bagi AS karena kebijakan-kebijakannya yang cenderung tidak toleran. Dan juga cambuk bagi setiap manusia yang hidup dalam perbedaan.

Seperti yang dikatakan oleh Paul Haggis dalam pemberian hadiah Oscar : "Seni bukanlah hanya cermin yang merefleksikan dan memantulkan, seni adalah palu yang membentuk".

Crash

One Response to “Crash dan Kemenangan atas Intolerance”

  1. bagur Says:

    stuju!!!! mungkin ada baiknya kalo mereka mencontoh bupati SRAGEN-tina :)

Leave a Reply