Mengapa Marlboro ?

Rokok3Beberapa bulan yang lalu saya mendengar kabar kalau  saham PT Sampoerna Tbk dibeli oleh  Phillip Morris (PM), sang pengedar Marlboro, sehingga PM kini jadi pemilik saham mayoritas di salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia itu. Saya bukan penggemar rokok Sampoerna sampai harus unjuk rasa menentang pembelian saham itu, tapi jadi heran, mimpi apa PM sampai mau membeli saham di Sampoerna ?

Ada yang bilang kalau penjualan rokok Marlboro mengalami penurunan signifikan di kawasan Eropa dan Amerika, sampai-sampai PM rela merogoh kocek untuk melebarkan sayap perusahaannya di Asia. Karena Asia masih mempunyai pasar yang "menantang". Tapi mengapa Sampoerna ? Mungkin ini pilihan strategis. Kita maklum kalau Samperna (rokok) adalah andalan utama grup Sampoerna dalam hal pendapatan, lalu mengapa mereka rela melepas divisi bisnis yang menjanjikan ini ?

Saya tidak mau berandai andai, tapi mungkin yang penggemar Sampoerna (Mild, Dji Sam Soe, dll) akan protes. Mereka tidak sudi rokok kesayangannya dicampuri "rasa" Amerika ala Marlboro. Tak terbayang dalam pikiran saya kalau rokok jenis mild diberi "sentuhan" Marlboro. Lebih tak terbayang lagi kalau rokok kretek (yang katanya sudah dilarang di luar negeri) diberi "sentuhan" ala Marlboro. Rasa apa jadinya ?

RokokDan saya pun tak sudi kalau rokok Marlboro (yang saya sukai) akhirnya diberikan rasa tembakau jawa gaya Sampoerna. Kita sudah terbiasa dengan teman atau kenalan yang berbeda latar belakang, tapi soal rasa (apalagi rasa rokok), tak ada istilah pencampuran rasa. Jika sudah fanatik dengan satu rasa, rasanya tak akan bisa pindah ke lain rasa (beda dengan ke lain hati). Memang selama ini belum terasa aroma Sampoerna untuk tiap batang Marlboro yang saya hisap, tapi untuk prospek ke depannya, siapa yang tahu…

Akhir kata, berjuta maaf untuk anda yang membaca blog ini tapi bukan perokok. Percayalah kalau anda belum tentu lebih sehat dari kami para perokok.

One Response to “Mengapa Marlboro ?”

  1. bagur Says:

    Pindah lagi Oom? kok jadi ketularan Bang Dan? atau udah gempor tuh paru2? Bukannya dulu Sam Soe/Filter terus pindah ke Super? Sekarang pindah lagi? Untung gw udah lama ‘back to basic’ jadi “GPMania” emg filter tiada duanya….dan untungnya lagi punya PT. Gudang Garam Tbk. bukan punya Sampoerna. :)

Leave a Reply