Psikotes : Antara Ketidaktahuan dan Gugatan
Banyak teman yang mengklaim kepada saya kalau dirinya sudah mengikuti berbagai jenis tes psikologi dan sudah latihan soal-soal tes psikologi, tetapi ketika mengikuti psikotes di sebuah perusahaan, diberitahukan bahwa dirinya tidak lulus psikotes. Sementara soal-soal yang diujikan sudah dikenalnya dan dapat dengan mudah dikerjakannya. Ada apa gerangan ? Lalu ada orang lain yang bertanya, saya kan sudah lulus psikotes di perusahaan ini, koq di perusahaan anu bisa nggak lulus ? apa nggak ada semacam sertifikat yang menyatakan kita sudah lulus psikotes, jadi nggak harus bolak-balik ikut psikotes ? koq hasil psikotes kita nggak pernah diberitahukan kepada kita sebagai testee ? dlsb, dlsb….
Saya yakin kalau banyak orang yang merasa ingin tahu seperti apa tes psikologi itu. Apa dasarnya, apa parameternya, apa ukurannya, dan apa tetek bengeknya. Mungkin tulisan ini tidak bisa menjawab segumpal kegundahan, tetapi setidaknya dapat memberikan gambaran.
Psikotes pada dasarnya adalah sebuah tes psikologi yang diberikan dengan suatu tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Psikotes menyangkut semua tes yang berhubungan dengan psikologi, berupa alat diagnosa dan prognosa dari suatu fenomena yang akan diketahui. Oleh karena itu psikotes bukanlah hanya tes yang berhubungan dengan pencil-and-paper test saja, tetapi bentuk lain seperti wawancara dan observasi dapat juga digolongkan sebagai psikotes jika tujuannya untuk mengetahui suatu gejala psikologis tertentu.
Tes psikologi secara umum dapat dibagi kedalam beberapa bagian, yaitu (1) Tes Kepribadian; (2) Tes Bakat; (3) Tes Inteligensi; dan (4) Tes Prestasi. Walaupun demikian, banyak ahli yang menggolongkan beberapa tes psikologi diluar ke-4 tes tersebut. Keempat tes tersebut tidak serta merta digunakan semuanya dalam sebuah baterai tes, tetapi tergantung dari tujuan yang akan dicapai oleh tes-tes tersebut.
Tes Kepribadian adalah jenis tes yang bertujuan untuk mengetahui kepribadian seseorang.
Kepribadian adalah unit psikologi yang bersifat covert dan tidak dapat dilihat dan hanya bisa diketahui dengan suatu tes tertentu yang bernama tes kepribadian. Model dan bentuknya bermacam-macam. Ada yang berbentuk pencil-and-paper test seperti MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory), ada yang berbentuk tes proyeksi seperti Tes Rorschach, TAT (Thematic Apperception test), dll. Tes Bakat adalah jenis tes berikutnya yang lebih menekankan pada prognosa fenomena psikologis yang akan diketahui. Dalam hal ini tes bakat (aptitude test) mengetahui semacam potensi terpendeam yang dimiliki. Kebanyakan tes bakat mempunyai nilai prediksi terhadap sesuatu yang terjadi di masa depan dari suatu individu. Misalnya Tes Kesiapan Masuk Sekolah, Tes Bakat Khusus (SAT), Tes Bakat Mekanikal, dll.
Tes Inteligensi adalah tes umum yang bertujuan mengetahui kemampuan intelegensi seseorang pada suatu saat tertentu. Tes ini banyak dibicarakan orang karena pada umumnya memberikan suatu skala inteligensi. Tes inteligensi misalnya Tes Stanford-Binet, Tes Wechsler, dll. Sedangkan Tes Prestasi adalah jenis tes yang lebih sering dipakai dalam dunia pendidikan khususnya untuk mengetahui seberapa besar penguasaan materi tertentu pada anak didik.
Walaupun demikian, banyak tes-tes yang dimodifikasi dan disesuaikan dengan tujuan dan lingkungan penggunaan tes tersebut. Untuk tes-tes yang diupakai di perusahaan untuk tujuan recruitment, placement, atau training dipakai variasi tes-tes kepribadian, bakat, wawancara, focus group discussion (FGD) dan tes yang dikhususkan untuk pekerjaan tertentu (situational test).
Khusus untuk tes kepribadian, pengukuran yang dilakukan bukanlah pengukuran benar-salah, tetapi pengukuran untuk mengetahui jenis kepribadian yang ada dalam diri seseorang. Jawaban yang diberikan individu mencerminkan karakter kepribadian yang dimilikinya dan tidak dihubungkan dengan suatu kemampuan (ability) tertentu. Untuk ability test (Bakat dan Inteligensi), pengukuran dilakukan dengan melihat jawaban benar-salah dari individu, dan diskoring untuk melihat tingkat kemampuan individu tersebut.
Lalu apa yang bermasalah dengan tes psikologi ? Yang jarang diketahui oleh seseorang adalah tes psikologi sangat berhubungan erat dengan TUJUAN yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya, tes psikologi dilakukan dengan tujuan untuk recruitment petugas keamanan atau satpam. Jenis tes psikologi kemudian ditetapkan dalam suatu baterai tes (sekumpulan tes), standar yang digunakan, dan aspek-aspek psikologis apa yang mendapat perhatian utama, dan lain-lain. Orang yang berkepribadian penakut, misalnya, tidak mungkin menjadi seorang satpam. Begitu juga dengan tingkat inteligensi, seseorang yang memperoleh skor 145 (normal = 100) dalam tes inteligensi, secara standar melebihi standar normal yang ditetapkan dan oleh karena itu belum tentu cocok dengan tujuan pekerjaan sebagai satpam. Begitupula dengan aspek-aspek psikologis lain yang diketahui dari tes psikologi itu, dan begitu pula dengan berbagai jenis tujuan (pekerjaan, sekolah, diagnosa klinis, dll) yang ditetapkan oleh pemakai tes psikologi.
Jadi, kalau kita tidak lulus suatu tes psikologi bukan berarti bahwa kita bodoh atau tidak mampu. Jawaban yang paling mungkin adalah kita belum tentu cocok dengan jenis pekerjaan atau tujuan dari tes psikologi itu. Terkecuali untuk tes psikologi yang mendasarkan pengukurannya pada tingkap kemampuan (ability level) dari pesertanya, dimana peserta yang paling mampu yang diterima atau diluluskan. Misalnya untuk tes kesiapan masuk sekolah, tes untuk suatu pekerjaan khusus (pilot, mekanik, dll), dan jenis tes yang lain.
Gugatan dan kutukan terhadap tes psikologi lebih banyak disebabkan oleh ketidaktahuan peserta tes terhadap ukuran-ukuran yang diterapkan oleh pemakai tes psikologi. Sehingga timbul pikiran bahwa tes psikologi adalah semacam momok menakutkan.
Jawaban ini yang selalu saya berikan kepada orang yag bertanya, binatang seperti apa psikotes itu. Dengan harapan bahwa mereka dapat mengerti. Apakah anda mengerti ?
May 24th, 2006 at 1:12 am
OOooo jadi psikotes itu bukan binatang toh…. jadi psikotes itu makanan tradisional mana? hehehehe….